Document Driven Development
Document Driven Development
Situasi:
saya mempunyai system yang cukup kompleks, yang sudah saya jelaskan pada artikel Data Model part 1 - Entity, DTO {Data Transfer Object}
- data dari suatu bagian ke bagian lain
- data dari suatu Layer ke Layer lainnya
- contoh: View HTML, jangan sampai “link” ke fieldName {Model} yang tidak tepat
- Next:
- E2E Testing Script {di zaman sekarang, ini is a must (bukan lagi nice to have)}
- sebaiknya Testing Script bisa dibuat menggunakan
Generator
Objective:
Saya memerlukan Source of Truth sebagai acuan bagi semua Component di system
.MD File sebagai Source of Truth
Saya menggunakan .MD file, karena:
- mudah dibaca
- mudah untuk dilakukan suatu “Marking”
- simple Text File
- di GitHub, proses Copy/Page image ke .MD file == sangat mudah
Selanjutnya seperti saya tulis pada artikel Cara menulis file .MD, pada bagian:
Too Few vs Too Much
❌ Too Few → Incomplete, tidak berguna
❌ Too Much → Overwhelmed, kebanjiran informasi
✅ Pragmatic
saya harus menemukan sweet spot – yang “pas”.
maka saya membagi .MD file setidaknya menjadi beberapa kategori:
- Tipe 1: .MD file untuk
Specification Document:- tentang teknis suatu Tool
- tentang Business Flow yang harus diimplementasikan oleh Code
- kombinasi keduanya
- Tipe 2: .MD file sebagai input suatu Tool
- Tipe 3: .MD file sebagai User Guide
setidaknya mengurangi distraction bagi pembaca.
contoh:
- suatu [.MD file untuk
Specification Document], tidak usah ditulis tentang cara pakai suatu tool - itu membuat gagal fokus {saya sering mengalami hal ini}

Seperti gambar di atas, semua mengacu pada .MD file {sebagai Source of Truth}
- jangan lupa bahwa itu bukan hanya 1 jenis .MD file
- tetapi paling sedikit ada 3 Tipe .MD file, seperti penjelasan di atas
Generator bisa dibuat, karena Source of Truth sudah tersedia
setidaknya akan ada beberapa Generator, yaitu:
generator__Test_script.mjs
generator__Test_script__items.mjs
generator__md_to_excel.mjs
generator__md_to_excel__items.mjs
saya tulis pada artikel E2E {end-to-end} Testing: 4 tipe Testing Script bagian Generator: membuat secara otomatis - Testing Script
WHAT NOT
- Generator - Form / UI
WHY NOT ?
- daripada membuat
Generator - Form / UI{karena Form/UI biasanya cukup kompleks} - lebih baik menggunakan
Request to -- AI, untuk membuat suatu Form / UI
contoh: artikel Request: ke AI secara efektif dan efisien {Tone yang tepat} pada bagian Case study 1: Request - generate Code dari Gambar
Contoh .MD File, untuk Document Driven Development
Saya bahas tentang Contoh .MD File pada di sini