Gileee… Dunia Persilatan AI, saling gigit dan saling cakar

I love 2026.
I love Claude AI even more.

Saya sangat beruntung – hidup di zaman para Raksasa - Pendekar AI, yang begitu canggih tebar pesona.
Masing-masing pamer menunjukkan jurus-jurus Kungfu aneka warna. Ada yang:

  • Bagus
  • Baik
  • Biasa
  • Buruk
  • bahkan Berlian

{rima boleh juga}

Pendekar yang redup

Ada juga Pendekar yang pernah sangat Heboh.
Pamer Wawancara di sana sini.
Akhirnya cuman jadi Tukang Clipper artikel doank.

hallo Perplexity. Anda masih hidup kah?

Tingginya Langit

Waktu itu, saya sampai bosan dan pusing banget, nonton berbagai wawancara Founder nya.
Saya hanya berfikir:

ini orang PeDe banget dengan Kungfu nya.
Apa dia tidak tahu, betapa Tingginya Langit?
{maksudnya: Kungfu dia, biasa aja – banyak Pendekar yang Jauh Lebih Tinggi ilmunya}

Pendekar dengan Kungfu yang Payah

Tentu saja saya sangat paham, bahwa masing-masing Pendekar == sangat Ahli untuk jenis teknik tertentu,
tetapi payah untuk hal yang lain.
Saya tulis pada artikel Request: ke AI secara efektif dan efisien {Tone yang tepat}

Ini contoh Pendekar Kungfu yang harus lebih giat berlatih lagi:

Jiang Pei Yao Professional sekali ya Claude ?

what do you think ?

hasil seperti gambar: Claude-tidak-tahu.png

Saran untuk Claude:

dear my beloved Teammate, Claude!
untuk Jurus Gossip info menarik, silahkan berlatih lebih giat ya Claude

Saling gigit - saling cakar

Nah ini dia yang paling seru:
Pendekar saling cakar — bukan sama musuh. Tapi sama partner.

Microsoft vs OpenAI: Bromance yang Berakhir di Pengadilan

Tahun 2019, Microsoft invest $1 Miliar ke OpenAI.
Mesra sekali. Kayak sahabat sejati yang best friend banget deh.

Lalu 2023 — tambah lagi. Total: $13 Miliar.

Sahabat Kental deh.

Tapi…

❌ OpenAI jualan langsung ke enterprise customer
   → nyolong pasar Copilot-nya Microsoft
❌ OpenAI deal sama Oracle — kompetitor Azure
   → tikam dari belakang
❌ OpenAI mau convert jadi for-profit
   → butuh izin Microsoft
   → Microsoft: "enak aja"

Puncaknya?

OpenAI sempat bisik-bisik mau tuduh Microsoft anticompetitive.
Federal regulatory review katanya.
Situasi Drama yang serius sekali.

Lalu Microsoft balas:

“We know our contract. We will sue them if they breach it.”

Sahabat Partner lama. Saling ancam di depan umum.

I still love 2026.

Microsoft berlatih Kungfu {ala C# taon 2000 setelah kena Hajar di Pengadilan gara-gara Java++}

Sambil berantem sama OpenAI,
Microsoft diam-diam mulai bangun model AI sendiri.
Namanya: MAI-1.
Di-train pakai 15.000 unit H100.

Bahkan sekarang Microsoft sudah taruh Claude di dalam Office 365.
Biar tidak tergantung OpenAI.

Pendekar yang cerdik.

OpenAI: Banyak Musuh, Banyak Drama

OpenAI tidak kalah sibuk.

Selain berantem sama Microsoft:

  • Dilawan New York Times — soal copyright
  • Elon Musk juga ikut gugat
  • Deal $300 Miliar sama Oracle
  • Deal $38 Miliar sama Amazon AWS

Microsoft marah soal AWS deal ini.
Katanya: melanggar kontrak eksklusivitas Azure.
Ancam gugat lagi.

Situasi:
→ OpenAI butuh Microsoft (IP rights sampai 2032)
→ Microsoft butuh OpenAI (27% saham)
→ Keduanya saling ancam
→ Keduanya tidak bisa pisah
✅ Welcome to Persilatan AI 2026

Persis banget: saling gigit dan saling cakar

Tidak ada Sahabat Sejati

Dunia persilatan AI itu sederhana:

Tidak ada Sahabat Sejati.
Partner hari ini, Kompetitor besok.

Yang penting:
kita — para developer dan user — tetap bisa pilih Perguruan Silat mana yang cocok untuk Teknik yang kita perlukan.

Dan nikmati dramanya. 🍿